suatu hari langkah kaki ku berhenti di sebuah kantor jasa keuangan di kawasan elite kota bandung. untuk sekedar bertemu teman lama sekaligus menjajaki kemungkinan untuk joint dan bekerjasama.
di sanalah ku berkenalan dengan seorang perempuan yang entah siapa,(mungkin kalian juga pernah merasakanya) seolah aku merasa pernah bertemu tapi entah dimana (deja-vu) yah semacam itulah rasanya. tapi setelah ngobrol ini itu, memang kita tidak pernah bertemu sebelumnya ataupun mempunyai link yang sama baik secara formil atau nonformil di kehidupan sehari-hari. pokoknya tidak ada satuhal pun yang berkaitan, atau bertalian dekat dengan kita berdua. bahkan lingkungan ataupun pergaulan kita pun berbeda.
itu saja awalnya....
tak ada yang istimewa.... langkah kaki pun tak selalu kearahnya.
seiring waktu yang terus berjalan, sedikit sedikit ku dengar cerita tentangnya, tentang kehidupanya dengan segala masalah yang mendera dan menghimpit tubuhnya yang bisa di bilang kurus.
tapi meski begitu satuhal yang secara kasat mata terlihat pada sosoknya yang terlihat rapuh adalah cara ia menyikapi kehidupanya, yang meskipun banyak masalah dalam kehidupannya, tapi ia selalu (hhmmm... tidak selalu sih bagiku) tampak ceria dan tertawa. meskipun tak dapat aku pungkiri, bahwa saat pertama ku berkenalan denganya. aku merasa bahwa ia tampak sedang memendam sesuatu (yang saat itu ku tak tahu apakah itu)
ternyata memang belakangan ku ketahui bahwa ia saat itu sedang memendam masalah yang berat. hhmm... cukup berat meski bagiku.
tapi kini ia menjadi salah satu wanita yang aku sayangi setelah ibuku dan istriku tentunya. bukan karena kecantikanya ataupun karena kulitnya yang putih, tapi karena ia telah mengajariku bersyukur atas apa yang selama ini Alloh berikan padaku, bahkan atas apa yang tidak diberikan-Nya padaku.
bahkan saat ku menuliskan ini.... ia masih mengingatkan ku untuk sholat Ashar melalui pesan singkat di hp ku.
berpuluh puluh orang yang telah mengingatkan ku untuk sholat, tapi hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. tapi dia tak pernah mengingatkanku memalui omongan, hanya dari perilakunya yang selalu on time dalam menjalankan sholat.
bahkan dalam doa' ku selalu mengucap puji dan syukur pada Nya, karena telah ia dekatkan aku dengan dia, sehingga aku mendapat hidayah Alloh melalui perantara dirinya. Alhamdulillah ya Alloh.....!
No comments:
Post a Comment