Wednesday, December 30, 2009

gila....

jam 02.10 wib, aku masih menunggu deringan...
menanti sesuatu yang bisa membuatku....
membuatku menjadi gembira atau mungkin sedih.

tapi jika sesuatu itu membuatku sedih
mungkin lebih baik tidak usah saja

ku menanti sebuah sms...
sms darimu.

bgitu brartinya kabar darimu
untukku
kabar yang hanya untukku
tenangkan hatiku yang tak berhenti
teriakan namamu

seorang ratu di hatiku.....

Ku Tak Pernah Setakut Ini....

sadarkah kau...
aku tak pernah setakut ini...???

aku tak pernah setakut ini
untuk melepasmu dari genggaman ku
untuk melepasmu dari pandangan ku
untuk melepasmu dari hela nafasku

ku tak pernah setakut ini....



ku akui bahwa....
aku tak pernah setakut ini....

aku tak pernah setakut ini
kehilangan cahaya hati mu
kehilangan harum tubuh mu
kehilangan hitam rambutmu

aku tak pernah setakut ini....


Aku tak pernah setakut ini...
takut kehilangan-Mu.

matahari-ku
matahati-ku

seorang ratu yang berkata untuk berdiri diatas tanganku
karena dengan tangan kita... kita bisa melakukan apa saja.....!

tak ada yang salah selama "itu" benar....

mungkin kita memang memiliki kesamaan karakter satu sama lain, hanya saja cara kita meng-ekspresikan perasaan kita yang berbeda.
aku memilih untuk lebih bebas melepaskan segala apa yang kurasa, sementara dirimu memilih ntuk menyimpan semuanya dalam dirimu. aku tak bilang siapa yang lebih baik, hanya semua ada sisi buruknya. yang baik adalah kita saling menutupi kekurangan kita dengan saling belajar satu sama lain tetntang bagaimana menyikapi hidup.

mungkin kita dipertemukan untuk saling melengkapi dan saling menambah wawasan kita masing masing, saling mengintrospeksi diri.
karena kita banyak memiliki kesamaan dalam diri kita. bagaimana kita sama sama suka menulis, sama-sama menyukai lagu yang sama. bagaimana kita sama sama saling "menerawang" diri kita masing2 aku dengan caraku yang "berkelliling", sementara dirimu dengan caramu yang "memiliki wide screen"

aku memang seorang "pengamat"
sementara kau adalah seorang "pembawa acara / moderator"



hehehe......
karena tak ada yang salah selama "itu" benar.....!!!

regards
Langkah21

Sunday, December 27, 2009




pernah kah kau merasa ingin cepat hari berganti...?!

kini aku merasa semua berderak pelan
sementara ku sudah ingin melaju kencang....



pernah kah kau merasa waktu terasa tak cukup....?!

tadi ku merasa sempit di hamparan kaki bukit
sementara ku sudah ingin bertamasya ke ancol....

Friday, December 25, 2009


seperti yang sering ku katakan....

bahwa masa kini ada, lantaran adanya masa lalu. tapi jangan selalu menjadikan masa lalu sebagai halangan untuk melangkah kedepan.

jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk kita melangkah di saat ini.
kita sering di berikan contoh / pengalaman buruk di masa lalu.
tapi cobalah untuk melihat pengalaman tersebut sebagai cermin untuk kita melakukan yang sebaliknya.

aku juga sadar bahwa aku juga bertemperamental, tapi aku sering mencoba untuk lebih kalem, dalam bertindak, dengan cara berbicara dan bertutur lebih pelan, lebih teratur.
dan sepertinya efeknya cukup terasa... meski kadang ledakan ledakan emosi keluar, tapi masih bisa di bendung dan di alaihkan pada hal lain.


mudah mudahan kau membaca tulisan ku ini.
seorang ustad Dhanu sering berkata,jika kita berkata lebih santai... lebih sering senyum, maka pikiran kita juga menjadi lebih tenang, sehingga emosi kita juga jadi lebih stabil.

so satu ku pinta... cobalah berbicara lebih santai dan tenang...
dan kita lihat apa yang akan terjadi...!!


regards
langkah21

Thursday, December 24, 2009

Kau yang Buat Ku Mengerti.....

Hanya satu Inginnya letihku
hanya satu inginnya cintaku
hanya dirimu....

terimalah sebagaimana adanya
ku akan tetap mencinta

Kau yang buatku mengerti
dimana ku harus kembali
Bahwa ada Dia dia atas sana....

Begitu adanya dalam goresan ini
tak berhenti mencintaiku
seluruh jiwa raga dan hati
mungkin pula nadinya yang
menjaga denyut jiwa.

Berartinya kau di mata hatiku
meniupkan cinta sejati
sungguh enggan ku merelakan...
kepergian....

Apa yang harus ku lalukan
apa yang harus ku tunjukkan
inilah aku yang memilih kau untukku
takkan menyerah dan takkan ku berhenti
dalam hidupku untuk selalu memilikimu
di sisiku....

Meski kini....
Mau mu jadi mau ku
pahitpun itu ku tersenyum
meski kau tak tahu rasanya hatiku
kini mau ku tak penting lagi.

begitu adanya dengan goresan ini
seluruh jiwa raga hati
ku mencinta.

Wednesday, December 23, 2009

ketika semua tak lagi berarti

ketika....
bibir tak lagi bisa berkata...
saat...
kata kata tak lagi bermakna...
kala...
air mata tak lagi berarti...

deras tercurah sepanjang perjalanan
ketika semua telah kau tetapkan


Untuk mu...
tapi tidak untuk ku....!

saat semua tak lagi berarti
untuk mu
tapi tidak untuk ku....

Tuesday, December 15, 2009

suatu hari langkah kaki ku berhenti di sebuah kantor jasa keuangan di kawasan elite kota bandung. untuk sekedar bertemu teman lama sekaligus menjajaki kemungkinan untuk joint dan bekerjasama.

di sanalah ku berkenalan dengan seorang perempuan yang entah siapa,(mungkin kalian juga pernah merasakanya) seolah aku merasa pernah bertemu tapi entah dimana (deja-vu) yah semacam itulah rasanya. tapi setelah ngobrol ini itu, memang kita tidak pernah bertemu sebelumnya ataupun mempunyai link yang sama baik secara formil atau nonformil di kehidupan sehari-hari. pokoknya tidak ada satuhal pun yang berkaitan, atau bertalian dekat dengan kita berdua. bahkan lingkungan ataupun pergaulan kita pun berbeda.

itu saja awalnya....

tak ada yang istimewa.... langkah kaki pun tak selalu kearahnya.

seiring waktu yang terus berjalan, sedikit sedikit ku dengar cerita tentangnya, tentang kehidupanya dengan segala masalah yang mendera dan menghimpit tubuhnya yang bisa di bilang kurus.
tapi meski begitu satuhal yang secara kasat mata terlihat pada sosoknya yang terlihat rapuh adalah cara ia menyikapi kehidupanya, yang meskipun banyak masalah dalam kehidupannya, tapi ia selalu (hhmmm... tidak selalu sih bagiku) tampak ceria dan tertawa. meskipun tak dapat aku pungkiri, bahwa saat pertama ku berkenalan denganya. aku merasa bahwa ia tampak sedang memendam sesuatu (yang saat itu ku tak tahu apakah itu)
ternyata memang belakangan ku ketahui bahwa ia saat itu sedang memendam masalah yang berat. hhmm... cukup berat meski bagiku.

tapi kini ia menjadi salah satu wanita yang aku sayangi setelah ibuku dan istriku tentunya. bukan karena kecantikanya ataupun karena kulitnya yang putih, tapi karena ia telah mengajariku bersyukur atas apa yang selama ini Alloh berikan padaku, bahkan atas apa yang tidak diberikan-Nya padaku.

bahkan saat ku menuliskan ini.... ia masih mengingatkan ku untuk sholat Ashar melalui pesan singkat di hp ku.
berpuluh puluh orang yang telah mengingatkan ku untuk sholat, tapi hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. tapi dia tak pernah mengingatkanku memalui omongan, hanya dari perilakunya yang selalu on time dalam menjalankan sholat.

bahkan dalam doa' ku selalu mengucap puji dan syukur pada Nya, karena telah ia dekatkan aku dengan dia, sehingga aku mendapat hidayah Alloh melalui perantara dirinya. Alhamdulillah ya Alloh.....!