21 maret 2010
langkah adipati kelana beranjak pelan menuju pondok perguruannya.
sebuah pertanyaan besar melanda dasar hatinya yang masih rapuh, meski sudah sejak lama ia tahu hal itu pelan tapi pasti akan menjadi hal yang mendasar pada perjalan hidupnya kali ini.
seberapa kuat ia mampu membangun padepokannya...?! padepokannya sendiri.
meski sadar bahwa ia takkan mampu membangunnya seorang diri, ia butuh seseorang untuk bersamanya membangun padepokannya itu.
seseorang yang berhati kuat dan yakin dengan jalan hidupnya.
karena sang adipati yakin dengan hal yang sejauh ini ia ikuti. keyakinan yang ada dalam hatinya. yang justru terbangun dari hal hal kecil yang tidak manis dan indah, tapi dari hal kecil yang pahit dan menyakitkan.
karena keyakinan adanya di hati bukan berasal dari pemikiran akal logika manusia. selayaknya keyakinan pada Allah SWT.
kali ini pertanyaan besar tersebut
kembali pada.... seberapa cepat hal tersebut ingin diperoleh.
apakah secara instant (breeg... seketika)
atau seperti memakan nasi yang butuh proses yang memakan waktu. tapi mengenyangkan lebih lama....?!!
pertanyaan yang tidak bisa adipati jawab seorang diri.
-------------------------------------
mencoba menuliskan semacam jurnal tentang "perjalanan" dan pengalaman dalam menjalani kehidupan.
Monday, March 29, 2010
sabtu, 20 maret 2010
sabtu, 20 maret 2010
langkah adipati kelana membawa ku kearah yang lebih banyak membuatku bersukur dan mensyukuri atas apa yang telah aku alami dan temukan selama perjalan hidupku.
meski tak bisa ku sebut menemukannya....
karena semua adalah atas izin dan kehendak-Nya. karena tanpa itu semua, mustahil aku akan menemukan kebahagiaan seperti ini, sekaligus juga nikmatnya kesedihan yang Ia turunkan agar ku berfikir.
Ucapan seseorang yang sama...
kali ini seolah menohok dan sekaligus menyadarkanku...
kini ku harus lebih bersemangat menjalani hidup dan kehidupan....
orang yang berani.... bukanlah yang berani mati... tapi justru berani untuk hidup.
karena kini ku punya harapan.....
harapan yang takkan padam.
setelah sholat magrib
ku tuliskan ini sebagai renungan bagi diriku
dan seperti yang pernah aku ucapkan
betapa ku tak berhenti bersyukur atas apa yang ku rasakan, atas segala yang telah berubah dan terjadi.
sebuah perubahan telah terjadi... dan ku bersukur pada Allah SWT. atas segalanya
mungkin ini harus terjadi dan menjadi jalan-Nya atas hidup dan kehidupanku... kehidupan kami... kehidupan kita.
langkah adipati kelana membawa ku kearah yang lebih banyak membuatku bersukur dan mensyukuri atas apa yang telah aku alami dan temukan selama perjalan hidupku.
meski tak bisa ku sebut menemukannya....
karena semua adalah atas izin dan kehendak-Nya. karena tanpa itu semua, mustahil aku akan menemukan kebahagiaan seperti ini, sekaligus juga nikmatnya kesedihan yang Ia turunkan agar ku berfikir.
Ucapan seseorang yang sama...
kali ini seolah menohok dan sekaligus menyadarkanku...
kini ku harus lebih bersemangat menjalani hidup dan kehidupan....
orang yang berani.... bukanlah yang berani mati... tapi justru berani untuk hidup.
karena kini ku punya harapan.....
harapan yang takkan padam.
setelah sholat magrib
ku tuliskan ini sebagai renungan bagi diriku
dan seperti yang pernah aku ucapkan
betapa ku tak berhenti bersyukur atas apa yang ku rasakan, atas segala yang telah berubah dan terjadi.
sebuah perubahan telah terjadi... dan ku bersukur pada Allah SWT. atas segalanya
mungkin ini harus terjadi dan menjadi jalan-Nya atas hidup dan kehidupanku... kehidupan kami... kehidupan kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)